|
Jun
20
|
Ada beberapa pesan menarik dari hasil menonton film animasi yang diproduksi oleh Walt Disney yang terbaru, yaitu “Kungfu Panda”. Dimana beberapa pesan menarik itu, diantaranya yang disampaikan oleh Oguwei (sang grandmaster kura-kura).
Ketika pemilihan pendekar naga dilakukan, ada suatu kejadian yang tidak disengaja oleh A Pow (si panda) yang sebenarnya tidak bisa kungfu dan hanya ingin menonton saja. Hingga akhirnya A Pow justeru ditunjuk oleh Oguwei sebagai calon pendekar naga. Keputusan ini mendapat protes keras oleh master Tikus, karena sebagai guru besar dia melihat bahwa A Pow tidak memiliki potensi atau bekal sebagai calon pendekar naga. Sehingga master Tikus berpendapat bahwa penunjukan itu terjadi sebagai sebuah kecelakaan atau kebetulan.
Oguwei tetap dengan keputusannya, karena dia berpendapat bahwa “tidak ada sebuah kecelakaan atau kebetulan” yang senantiasa ada adalah “suatu skenario yang ditetapkan”. Akhirnya A Pow diterima dalam perguruan tersebut untuk kemudian dipersiapkan untuk menjadi pendekar naga. Master Tikus dengan setengah hati mengajarkan dasar-dasar kungfu kepada A Pow, tetapi karena memang A Pow tidak memiliki dasar atau bekal yang kuat maka hanya kekecewaan yang diterima master Tikus. Master Tikus mengadu kepada Oguwei tentang hal tersebut, dan Oguwei kemudian menasehatinya bahwa master Tikus tidak perlu memikirkan kekurangan-kekurangan A Pow. Grandmaster Oguwei justeru menekankan kepada master Tikus kepada satu hal saja, yaitu “rasa percaya/yakin” bahwa A Pow adalah sosok yang memang betul telah ditunjuk untuk menjadi pendekar naga.
Akhirnya master Tikus menanamkan “rasa percaya/yakin” tentang A Pow, dan justeru kemudian dia menemukan cara mengajar A Pow dengan tepat. Sehingga akhirnya A Pow betul-betul bisa menguasai kungfu dengan kuat dan bagus. Setelah berhasil lulus, kemudian A Pow diberi “lembar naga” yang berisi rahasia pendekar naga. Jadi hanya pendekar naga saja yang boleh melihat dan mengetahui isinya. Namun setelah dibuka, ternyata lebar itu kosong, tidak ada tulisan atau gambar apa pun. Dalam kebingungannya, kemudian datang informasi bahwa musuh mereka yang bernama Tailong (si harimau ganas) telah datang.
Kemudian master Tikus menyuruh A Pow untuk mengungsi bersama-sama penduduk sekitarnya. A Pow kembali ke rumahnya dan bersama ayah angkatnya (si Angsa) hendak pergi mengungsi. Pada saat-saat itu, A Pow seperti berat meninggalkan rumahnya. Kemudian ayah angkatnya membuka rahasia resep masakan mie-nya. Kenapa warung mie-nya sangat laris. Ternyata rahasia resep masakannya adalah “tidak ada rahasia”. Artinya resepnya adalah biasa saja, tetapi ada suatu “rasa percaya/yakin” dalam dirinya yang mengantarkan dirinya untuk membuat suatu hal yang terbaik bagi tanggung jawabnya. Nah “rasa percaya/yakin” inilah yang justeru menyebabkan masakan mie-nya menjadi sangat enak dan digemari, sehingga warung mie-nya sangat ramai.
A Pow kemudian menjadi sadar bahwa lembar naga yang kosong itu adalah untuk mengatakan bahwa dirinya yang apa adanya mempunyai potensi yang luar biasa. Jika “rasa percaya/yakin” dalam dirinya dipersembahkan bagi kebaikan dan kemaslahatan sesama makhluk. Akhirnya dengan “rasa percaya/yakin” ini tadi maka A Pow berhasil mengalahkan Tailong dan membawa kedamaian bagi daerah dimana dia tinggal. Akhir kata A Pow menjadi Grandmaster menggantikan Oguwei yang telah lebih dulu “moksa”.
Demikian cerita singkat dari A Pow, mungkin tidak sejelas dan sedetail film aslinya. Tetapi memang ada beberapa point yang bisa diambil pelajarannya. Bahwa seluruh kejadian di dunia ini tidak ada yang “kebetulan”, seluruhnya direncanakan oleh Sang Maha Perencana. Juga bahwa pertimbangan-pertimbangan akal pikiran kita, kadangkala justeru sangat mengganggu jalan hidup kita. Maka yang diperlukan hanyalah “rasa percaya/yakin” atau dalam bahasa lain adalah “iman”. Tidak ada suatu rahasia khusus bagi sebuah kesuksesan, yang ada sebetulnya adalah “iman” saja.
Demikian sedikit pesan-pesan yang bisa diperoleh oleh saya dari cerita A Pow tersebut. Semoga bermanfaat.
Abu Husain
May 11th, 2009 at 15:26
Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian
May 13th, 2009 at 05:36
Iya om, tinggal siapa yang tahu dan sadar akan hikmah tersebut. Kemudian memanfaatkan hikmah yang ada untuk selalu memperbaiki kualitas hidupnya ….